KPK Versi Dangdut untuk Jokowi

KPK(Kangen Pengen Ketemu)Kriminalisasi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berlangsung kendati Komjen Budi Gunawan batal jadi Kapolri. Presiden Joko Widodo memberhentikan sementara dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Pimpinan KPK lainnya dan 21 penyidik juga dilaporkan ke Bareskrim. Banyak kalangan menganggap sikap dan kebijakan Jokowi ini melumpuhkan KPK.

Dangdut punya lagu khusus tentang KPK. Judulnya KPK (Kangen Pengen Ketemu). Single lagu ciptaan Tjahjadi dan Ishak ini dipopulerkan Viola Arsa (2014).

Lagu ini tak ada kaitannya dengan pemberantasan korupsi. Sebagai plesetan dari arti KPK sesungguhnya lirik lagu ini juga bisa di-plesetkan untuk menagih janji kampanye Jokowi terkait pemberantasan korupsi dan penguatan KPK.

Lirik lagu KPK ini berisi dua bait. Bait pertama: “Sayangku kamu ada di mana. Kurindu sudah lama tak jumpa. Sayangku aku sudah nggak tahan. Sendiri di dalam kesepian.”

Berikut plesetan bait pertama lagu KPK versi dangdutindonesia.co:

Presidenku kamu ada di mana. Kurindu sudah lama tak jumpa (dirimu yang dulu katanya peduli pemberantasan korupsi dan dan janji memperkuat KPK). Presidenku aku sudah nggak tahan (melihat kriminalisasi KPK). (KPK) sendiri di dalam kesepian (menghadapi berbagai gempuran).

Bait kedua (refrain): “KPK kangen pengen ketemu. KPK kuingin peluk kamu. KPK kangen pengen ketemu. KPK kubutuh perhatian kamu.”

Plesetan refrain versi dangdutindonesia.co: “KPK kangen pengen ketemu (Jokowi yang dulu katanya peduli pemberantasan korupsi dan janji memperkuat KPK). KPK kuingin tagih (janji) kamu (saat kampanye). KPK kangen pengen ketemu (Jokowi yang dulu katanya peduli pemberantasan korupsi dan janji memperkuat KPK). KPK kubutuh perhatian kamu (Jokowi).”

Plesetan ini memang terkesan memaksakan. Tapi seperti itulah kenyataan yang dirasakan sebagian besar masyarakat Indonesia. Rakyat Indonesia masih menanti janji dan terobosan Jokowi dalam menangani kriminalisasi dan pelumpuhan KPK.

KPK seperti lilin harapan di tengah gulita pemberantasan korupsi di Indonesia yang perlu dijaga agar terus menyala.*** (ark)