Belantika dangdut sedang dirundung duka. Artis dangdut legendaris Mara Karma tutup usia, Rabu (06/05), pukul 18.00 WIB.

Ketua Asosiasi Hak Cipta Dangdut Indonesia (AHCDI) ini menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Hermina Bekasi, Jawa Barat. Melalui akun Twitter-nya, Sys NS menyebarkan berita duka itu.
“Telah berpulang ke Rahmatullah, musisi, komposer, dan arranger dangdut senior H. Mara Karma, Rabu, Pukul. 18.00,” tulisnya.
Tak ketinggalan, penyanyi dangdut yang sohor lewat lagu Jatuh Bangun menyatakan belasungkawa sekaligus mendoakan almarhum.
“Selamat Jalan Bang Mara Karma, musisi dangdut senior. Salah satu arranger musik dangdut terbaik. Semoga khusnul khotimah. Amin…” cuit Kristina.
Pelantun Rahmat Ilahi ini meninggal di usia 63 tahun. Sejak lama Mara Karma menderita diabetes. Lantaran penyakit gula itu, kedua kakinya diamputasi.
Mara Karma sohor bukan hanya sebagai penyanyi, tapi juga pencipta lagu, komposer, dan arranger musik dangdut. Ia mulai berkarier di belantika musik dangdut pada awal 1980-an. Bersama Grup Kharisma, ia bersaing merebut posisi ‘raja dangdut’ dengan pentolan Grup Soneta Rhoma Irama.
Seperti juga Rhoma, Mara Karma banyak berkolaborasi dengan penyanyi lainnya. Di antaranya Itje Trisnawaty, Mirnawaty, Irma Erviana, Ida Zubaeda, Liliek MS, Nano Romanza, Iin Batara, Rita Sugiarto, Iis Dahlia. Leo waldy.
Beberapa lagu yang ia bawakan juga berisi kritik dan pesan sosial. Di antaranya Resesi, Transmigrasi, Tunawisma, dan Kerukunan Pancasila.*** (ark/foto: kapanlagi.com)



