LAGULOGI – Ada yang menarik sekaligus memperihatinkan dari kepulangan salah satu kontestan Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 Eva Yolanda ke kampung halamannya di Desa Lando, Kecamatan Terara, Lombok Timur, NTB.
Kepulangan Eva disambut meriah warga setempat layaknya bintang besar. Di sana Eva sangat dielu-elukan dan sangat dibanggakan karena bisa membawa harum kampung halaman. Namun di saat bersamaan sambutan warga yang begitu antusias hingga membentuk lautan massa sangat membahayakan kesehatan mereka semuanya.
Sebab bagaimana pun juga Lombok Timur merupakan zona merah Covid-19 di NTB. Menurut data di daerah ini sudah ada dua warga yang dinyatakan positif Corona. Tapi warga malah berdesa-desakan, tumpah ruah menyambut kedatangan idolanya hingga tak peduli sosial distancing yang dihimbau pemerintah pusat.

Terkait hal ini, Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio membenarkan sambutan warga yang begitu antusias tersebut. Aparat keamanan awalnya merasa kewalahan menertibkan warga yang terus datang berbondong-bondong. Namun berkat kerjasama semua pihak pada akhirnya warga bisa dikendalikan.
“Ya memang namanya juga penggemarnya, apalagi teman kecilnya di kampung, jadi semua ingin bertemu Eva. Aparat kami sudah berusaha, dan akhirnya secara sadar melalui tim relawan kemenangan Eva, masyarakat akhirnya bubar,” kata Tunggul yang juga merupakan Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lombok Timur, Senin (6/4).
Tunggul pun tidak masalah bila pihaknya dianggap kecolongan dalam menangani warga. Namun yang pasti, petugas di lapangan sudah berusaha keras dan mencoba dengan cara persuasif agar masyarakat membubarkan diri.
“Mohon maaf kalau dianggap kecolongan, tetapi petugas kami sudah berusaha. Kami tak henti-hentinya mengimbau pada masyarakat agar selalu mengindahkan aturan Menteri Kesehatan dan imbauan Kapolri untuk menghindari keramaian dan jaga jarak serta menjaga kesehatan,” kata Tunggul.




