LAGULOGI – Rhoma Irama membeberkan bagian dari perjalanan hidupnya di masa Orde Baru Soeharto. Kala itu Rhoma dan Sonetanya sangat ditakuti rezim berkuasa karena lirik-lirik lagunya yang bernada protes terhadap kebijakan pemerintah.
Cerita ini Rhoma sampaikan sendiri saat menjadi bintang tamu dalam acara Mata Najwa yang dipandu oleh Najwa Shihab dengan judul “Panggung Rhoma Irama”. Sebagai host, Najwa memiliki kesimpulan kalau Rhoma Irama dianggap berbahaya oleh pemerintah Orba saat itu. Seperti kita tahu, tidak sedikit lirik-lirik lagu Satria Bergitar ini mengandung kritikan terhadap pemerintah seperti tergambar dalam lagu “Hak Azasi Manusia”.
“Apanya yang ditakuti? Saya kan Satria Bergitar,” kata Rhoma Irama menjawab pertanyaan Najwa mengapa Rhoma ditakuti Soeharto.
“Mungkin liriknya,” tanya Najwa.
“Oya? Lebih berbahaya dari senjata mungkin?,” jawab Rhoma enteng.
Lagu “Hak Azasi Manusia”dinyanyikan Rhoma saat semua orang belum ada yang berani bicara tentang HAM, apalagi di erah Soaharto.
“Orde Baru waktu itu kan kita dikekang, diintimidasi luar biasa. Di situlah saya keluarkan lagu Hormati Hak Azasi Manusia…..,” kata Rhoma sambil menyanyikan penggalan lagu tersebut.

Di era pemerintahan Orde Baru Soeharto, Rhoma Irama pernah tergabung dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berasaskan Islam. Posisi Rhoma sendiri di PPP saat itu cukup membawa pengaruh, terutama dalam memobilisasi massa saat berkampanye melawan Golkar milik Soeharto.
Karena dianggap berbahaya oleh rezim, Rhoma sempat mengalami percobaan pembunuhan sebanyak empat kali. Namun Rhoma tidak tahu siapa pihak yang menghendaki dirinya wafat.




