Blak-Blakan Jhonny Iskandar Dikeluarkan dari OM PMR

LAGULOGI – Bagi pecinta musik dangdut lawas, Jhonny Iskandar tentu menjadi bagian yang tak terlupakan dari perjalanan industri musik Tanah Air. Gayanya yang khas dengan model rambut terurai panjang, kaca mata tebal yang diberi rantai, dan beberapa batu akik yang melingkar di jemarinya.

Ciri-ciri penampilan fisik yang khas itu menjadi lebih mudah diingat publik tatkala dikaitkan dengan kemampuan olah vokal yang disertai cengkok melayu-nya yang juga tak kalah keren dibandingkan penyanyi lain. Namanya kian melambung dan dikenali para pecinta musik kala mengeluarkan lagu solo berjudul “Bukan Pengemis Cinta”.

Kiprahnya di dunia musik bukan sekedar bersolo karir saja. Mantan suami dari penyanyi dangdut Mega Mustika ini juga memiliki grup musik dangdut jenaka, Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR). Di grup ini Jhonny bertindak selaku vokalis utama. Lagu “Judul Judulan” dan “Ada Gak Ada” telah melejitkan nama OM PMR.

Tapi sayang sungguh sayang, Jhonny harus berpisah dengan OM PMR, grup yang dirintisnya sendiri sejak tahun 1977 silam. Tepatnya pada 2017 lalu, pria kelahiran Madura, Jawa Timur ini harus dikeluarkan alias dipecat oleh rekan-rekannya. Ini bukan kali pertama Jhonny dipecat—diakuinya sebanyak 3 kali. Kendati begitu, hubungan kerja yang diwarnai momen putus nyambung ini tidak berarti mengganggu ikatan bersahabatan mereka.

“Saya berakhir dari OM PMR 2017 dari 1977, putus nyambung-putus nyambung,” kata Jhonny Iskandar saat ditemui tim LAGULOGI di kediamannya Citereup, Senin (9/3).

Publik tentu bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di antara Jhonny Iskandar dengan anggota OM PMR lainnya. Apa yang menyebabkan Jhonny Iskandar harus didepak dari grup tersebut? Bukankah Jhonny Iskandar selama ini dikenal sebagai ikon dari OM PMR?

Kepada tim LAGULOGI, Jhonny membeberkan penyebabnya secara blak-blakan. Tanpa ditutup-tutupi. Pria kelahiran 20 Okotober 1960 ini menjelaskan perbedaan prinsip yang menjadi penyebab dia dipecat dari OM PMR. Terutama soal prinsip pembagian hasil manggung alias honor.

Jhonny menuturkan OM PMR yang dibentuk pada tahun 1977 sempat vakum selama 16 tahun. Waktu yang cukup lama sekali. Dan di tahun 2013, suami dari istri keduanya, Saidah Iskandariah ini berinisiatif mengumpulkan rekan-rekannya untuk menghidupkan OM PMR kembali.

Saat itu Jhonny meminta syarat kepada rekan-rekannya mendapat pembagian hasil yang lebih besar. 50 persen dari honor yang didapat di setiap manggung OM PMR. Syarat itu pun dipenuhi tanpa ada yang memprotes. “Pertama kali saya panggil (ajak gabung lagi) tahun 2013 dengan syarat saya minta 50 persen bagian untuk pribadi,” terang Jhonny.

Kembalinya Jhonny di grup dangdut jenaka ini membuat OM PMR sedikit diperhitungkan para penikmat musik. Pamor OM PMR kian meroket berbarengan dengan jadwal manggung yang padat. Bersamaan dengan itu pula penghasilan mereka cukup menjanjikan. Kesempatan itu dimanfaatkan Jhonny untuk kembali membicarakan pembagian honor.

Bukanya Jhonny meminta bagian yang lebih tinggi dari kesepakatan awal, yakni 50 persen. Dia malah menurunkan pembagian hasil untuk dirinya, 40 persen. “Setelah satu tahun saya kumpulin lagi anak-anak, saya tidak minta 50 persen. Saya minta 40 persen, makin girang kan mereka, saya sendiri yang minta itu,” kata Jhonny menjelaskan.

Tidak sampai di angka 40 persen. Di tahun berikutnya, pria pemilik suara melengking ini kemudian menurunkan pembagian hasil bagi dirinya menjadi 30 persen. Itu semua Jhonny lakukan untuk kebaikan OM PMR dan rekan-rekannya. “Kemudian saya kumpulin lagi tahun berikutnya, saya minta 30 persen, yang minta saya sendiri,” kata Jhonny menambahkan.

Hanya saja, di saat Jhonny meminta 20 persen dari pembagian hasil, rekan-rekannya menolak. Mereka justru meminta honor manggung dibagikan dengan rata. “Saya minta 20 persen, anak-anak tidak setuju, padahal yang minta saya dari 30 persen turun menjadi 20 persen, tapi anak-anak minta dibagi rata,” tambah Jhonny.

Karena dirasa sudah tidak ada lagi kesepahaman di antara mereka, Jhonny akhirnya dikeluarkan. Tepat pada 2017 silam, Jonny sudah resmi bukan lagi bagian dari grup OM PMR. “Kalau kalian minta dibagi rata, artinya kalian kacang lupa sama kulit,” kata Jhonny.